Bacaan
TopikSifat Munafik, Neraka Terdalam, dan Kecaman atas Pemisahan Iman
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
(4:148) Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi.238) Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Catatan Depag
238) Orang yang dizalimi boleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa tentang keburukan-keburukan orang yang menzaliminya.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun memberikan keringanan atau izin untuk mengeluh/mengumpat secara pantas jika dizalimi. Kejadian ini terkait seseorang yang bertamu namun tuan rumahnya tidak memberinya jamuan yang layak, sehingga ia mengeluhkan perlakuan buruk tersebut.
Cacat Logika
Pengecualian yang tidak diberi ukuran. Perkataan buruk yang diucapkan terang-terangan tidak disukai, kecuali oleh orang yang dizalimi. Siapa yang menentukan seseorang memang dizalimi tidak disebutkan, sehingga batasnya bergantung pada yang menilai.
Moral
(4:148): 'Allah tidak suka ucapan buruk kecuali oleh yang teraniaya' — membatasi kebebasan berekspresi; hanya korban yang diizinkan bersuara keras.