Bacaan
TopikSifat Munafik, Neraka Terdalam, dan Kecaman atas Pemisahan Iman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
(4:144) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?
Kritik
Arabnya melarang menjadikan orang kafir sebagai awliya', yaitu sekutu dan pelindung, dan terjemahan Kemenag mempersempitnya jadi "pemimpin" sehingga terbaca hanya soal jabatan. Penutup ayatnya juga kalimat tanya yang berisi ancaman, dan terjemahannya menambahkan "(untuk menghukummu)" di dalam kurung untuk menerangkan apa yang di ayatnya dibiarkan menggantung.
Moral
Larangan mengambil pemimpin dari luar kelompok dipasang sebagai aturan tetap, tanpa memandang kelayakan orangnya. Ayat ini yang paling sering dibacakan di Indonesia setiap musim pemilihan, dan yang dinilai dengannya bukan rekam kerja calon, tapi golongannya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

