Bacaan
TopikAyat 1-2: Permintaan Perlindungan dari Segala Ciptaan
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
Kritik
(113:2): Magical thinking - "Dari kejahatan apa yang diciptakan" mengandaikan bahwa "kejahatan" adalah entitas yang diciptakan secara ontologis. Ini adalah kosmologi dualistik yang bertentangan dengan konsep monoteisme absolut: jika Allah menciptakan segala sesuatu, maka kejahatan juga diciptakan oleh Allah, menciptakan problem teodise yang tidak terpecahkan.
Moral Concern
(113:2-5): Patriarkisme dan stigmatisasi gender - Mengaitkan kejahatan dengan perempuan (peniup pada buhul-buhul) dan dengan kecemasan paranoid terhadap "yang dengki" menciptakan fondasi untuk diskriminasi gender dan perburuan moral. Dalam masyarakat modern, tuduhan sihir terhadap perempuan telah menjadi alat kontrol patriarkal.

