Bacaan
TopikAyat 3-4: Penolakan Antropomorfisme
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
Kritik
Rumusan "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan" adalah polemik reaktif hasil jiplakan vulgar dari debat sektarian Timur Dekat (seperti Konsili Nicea dan perseteruan Yahudi-Kristen pinggiran). Penyusun teks memaksakan sanggahan terhadap konsep "Anak Tuhan"—baik membidik teologi Trinitas maupun kepercayaan Daughters of God dalam sekte Gnostik dan paganisme. Sayangnya, penyusun teks menyederhanakan rumitnya filsafat ketuhanan (teologi logos dan pancaran emanasi ilahi) milik tetangganya menjadi sekadar lelucon sempit soal prokreasi/reproduksi biologis fisik manusia. (Patricia Crone, The Religion of the Qur'anic Pagans / Gabriel Said Reynolds). (112:4) Terpaksa merusak tata bahasa normal menjadi sungsang ("wa-lam yakun lahu kufuwan ahad" bukannya susunan standar "wa-lam yakun ahad kufuwan lahu") murni hanya demi menjaga sajak. (The Qur'an: A Historical-Critical Introduction).
Contradiction
Tidak ada yang 'setara' dengan Allah (a.4) vs S89:22 Allah 'datang' vs S20:5 Allah 'bersemayam di Arsy' vs S2:115 Allah di mana-mana — penolakan antropomorfisme di S112 bertentangan dengan deskripsi fisik Allah di surah lain

