Bacaan
TopikAyat 3-4: Penolakan Antropomorfisme
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Kritik
Rumusan "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan" adalah polemik reaktif hasil jiplakan vulgar dari debat sektarian Timur Dekat (seperti Konsili Nicea dan perseteruan Yahudi-Kristen pinggiran). Penyusun teks memaksakan sanggahan terhadap konsep "Anak Tuhan"—baik membidik teologi Trinitas maupun kepercayaan Daughters of God dalam sekte Gnostik dan paganisme. Sayangnya, penyusun teks menyederhanakan rumitnya filsafat ketuhanan (teologi logos dan pancaran emanasi ilahi) milik tetangganya menjadi sekadar lelucon sempit soal prokreasi/reproduksi biologis fisik manusia. (Patricia Crone, The Religion of the Qur'anic Pagans / Gabriel Said Reynolds).
Scientific Error
Allah 'tidak beranak dan tidak diperanakkan' (a.3): penolakan konsep trinitas/kelahiran ilahi — secara filosofis, pernyataan negatif tentang sifat Tuhan tidak dapat diverifikasi atau difalsifikasi secara empiris

