Bacaan
TopikAyat 1-2: Definisi Ketuhanan
اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah tempat meminta segala sesuatu.
Kritik
Rumusan "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan" adalah polemik reaktif hasil jiplakan vulgar dari debat sektarian Timur Dekat (seperti Konsili Nicea dan perseteruan Yahudi-Kristen pinggiran). Penyusun teks memaksakan sanggahan terhadap konsep "Anak Tuhan"—baik membidik teologi Trinitas maupun kepercayaan Daughters of God dalam sekte Gnostik dan paganisme. Sayangnya, penyusun teks menyederhanakan rumitnya filsafat ketuhanan (teologi logos dan pancaran emanasi ilahi) milik tetangganya menjadi sekadar lelucon sempit soal prokreasi/reproduksi biologis fisik manusia. (Patricia Crone, The Religion of the Qur'anic Pagans / Gabriel Said Reynolds). (112:2) Kata al-samad (tempat bergantung) adalah hapax legomenon (kata yang hanya muncul sekali). Para orientalis seperti Rosenthal dan Schedl berteori bahwa Muhammad salah memahami kata Ibrani/Aramaik sur (batu karang) akibat perbedaan pendapat para penafsir Arab; namun Uri Rubin mementahkan kesalahan metodologi ini dengan membuktikan bahwa jika dibaca koheren dalam tata bahasa Arab satu surat penuh, makna aslinya sangat konsisten dengan konsep Tuhan yang Maha Tinggi tanpa perlu dikait-kaitkan dengan pinjaman bahasa asing.. (Sumber: Makalah The Etymological Fallacy and Quranic Studies oleh Walid A. Saleh) (112:2) Kata "samad" (tempat bergantung) adalah ekspresi gelap yang arti aslinya masih menjadi debat spekulatif dan tidak mengakar pada kosa kata murni bahasa Arab di masa itu. (Criticism of the Quran - Wikipedia).
Scientific Error
Allah 'tempat meminta segala sesuatu' / ash-Shamad (a.2): konsep Allah sebagai tumpuan semua kebutuhan makhluk — secara kosmologis, alam semesta beroperasi melalui hukum fisika alami tanpa ketergantungan langsung pada intervensi ilahi setiap saat

