Bacaan
TopikAyat 1-2: Kutukan terhadap Abu Lahab
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
Kritik
Sosok "Abu Lahab" (Bapak Api) dan istrinya sang "pembawa kayu bakar" terbukti secara literatur bukanlah tokoh sejarah nyata (bukan paman Muhammad). Jika dibaca tanpa intervensi rekayasa buku-buku Tafsir dan Sirah (biografi Nabi), ayat ini sepenuhnya berwujud metafora sastra (literary device) tentang sepasang manusia pendosa yang diazab. Nama "Bapak Api" dan istrinya yang harus memikul kayu bakar sekadar ironi puitis: orang serakah tidak membawa hartanya ke akhirat, melainkan memikul kayu bakar untuk mengipasi apinya sendiri di neraka. Para mufassir abad pertengahan gagal memahami keindahan metafora ini dan secara naif menciptakan dongeng tentang paman yang jahat agar teksnya terdengar memiliki riwayat sejarah turunnya (asbabun nuzul). (Gabriel Said Reynolds, The Qur'an and Its Biblical Subtext).

