Bacaan
TopikAyat 1: Anugerah Ilahi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
(108:1) Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Surat ini turun untuk membalas ejekan Al-Ash bin Wa'il (dan tokoh musyrik lainnya) yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai "pria yang terputus" (abtar) setelah putra beliau yang bernama Abdullah meninggal dunia pada saat masih bayi. Allah membalas ejekan itu dengan menegaskan bahwa sang pengejeklah yang sebenarnya terputus dari semua kebaikan. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-3 Ayat ini turun berkaitan dengan pernyataan Ka‘ab bin al-Asyraf, salah seorang pemuka di Madinah, yang mengatakan kepada penduduk Mekah bahwa mereka lebih baik daripada Nabi Muhammad. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Muhammad disebut diberi al-kautsar, dan kata itu bentuk penyangatan dari katsir, yang banyak. Bukhari mencatat Ibnu Abbas mengartikannya kebaikan yang banyak, dan di kitab yang sama Anas meriwayatkan Muhammad menyebutnya sungai di surga yang dijanjikan Tuhannya. Satu kata sifat berubah jadi nama sungai lewat hadis, dan terjemahan Kemenag mengambil arti yang pertama.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

