An-Nisa' (Wanita) Ayat 123

Bacaan

TopikJanji Surga bagi Mukmin dan Klaim Superioritas Agama Islam

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

(4:123) (Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu227) dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

Catatan Depag

227) “mu” di sini ada yang mengartikan dengan kaum muslimin dan ada pula yang mengartikan kaum musyrikin. Maksudnya pahala di akhirat bukanlah menuruti angan-angan dan cita-cita mereka tetapi sesuai dengan ketentuan agama.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun untuk menengahi perdebatan saling membanggakan agama. Kaum Yahudi, Nasrani, dan umat Islam saling klaim bahwa kitab, nabi, dan agama merekalah yang paling diridai dan lebih dulu ada. Allah menegaskan bahwa pahala itu berdasarkan amal saleh, bukan sekadar angan-angan klaim.

Cacat Logika

Ukuran yang ditetapkan sepihak. Angan-angan kedua belah pihak sama-sama ditolak, lalu ditetapkan bahwa kejahatan pasti dibalas. Ukuran yang menggantikannya berasal dari salah satu pihak yang sedang berselisih.