Bacaan
TopikAyat 4-5: Perpecahan dan Perintah Beribadah
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).921)
Catatan Depag
*921) Lurus, berarti jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan.
Logical Fallacy
(98:5): Circular reasoning - Menyatakan bahwa kebenaran agama yang lurus adalah ketaatan kepada agama itu sendiri (salat dan zakat), berputar pada premis internal teks tanpa validasi eksternal.
Scientific Error
Perintah menyembah Allah 'dengan ikhlas' sebagai agama hanif (a.5): klaim bahwa semua agama samawi pada dasarnya sama tidak didukung komparasi tekstual — perbedaan teologis fundamental antara Islam, Kristen, dan Yahudi tidak dapat direkonsiliasi

