Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 54

Bacaan

TopikPengingat Nikmat dan Cobaan Bani Israel (47-61)

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

(2:54) Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu.28) Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*28) "Membunuh dirimu" ada yang mengartikan, orang-orang yang tidak menyembah patung anak sapi itu membunuh orang yang menyembahnya. Ada pula yang mengartikan, orang yang menyembah patung anak sapi itu saling membunuh, dan ada pula yang mengartikan, mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertobat.

Cacat Logika

Pilihan yang dipersempit sampai dua (false dilemma). Tobat disodorkan dalam bentuk membunuh diri sendiri, dan di luar itu mereka tetap dianggap zalim. Kemungkinan tobat yang tidak berujung kematian ditutup tanpa alasan mengapa hanya satu jalan itu yang sah.

Moral

(Ayat 2:54): Memerintahkan pembunuhan massal atau bunuh diri ("bunuhlah dirimu") sebagai syarat mutlak agar tobat diterima setelah kasus penyembahan anak sapi. Ini adalah bentuk ekstrem dari radikalisasi dan glorifikasi pengorbanan darah demi kepuasan ilahi.

Kontradiksi

Ayat 54 memerintahkan Bani Israel 'bunuhlah dirimu' (faqtulū anfusakum) sebagai syarat tobat dari menyembah anak sapi. Ini bertentangan dengan Q6:151 yang melarang membunuh jiwa. Meski ulama menafsirkan ini sebagai 'membunuh sesama', redaksi teks tetap ambigu dan berpotensi bertentangan dengan larangan membunuh di tempat lain.