Bacaan
TopikAyat 1-3: Sumpah dengan Objek Simbolis Penting
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.916)
Catatan Depag
*916) Yang dimaksud dengan "Tin" oleh sebagian mufasir ialah tempat tinggal Nabi Nuh -'alaihissalām-, yaitu Damaskus yang banyak tumbuh pohon Tin; dan "zaitun" ialah Baitulmaqdis yang banyak tumbuh zaitun.
Kritik
Sisipan Madinah ke dalam Puisi Mekkah: Pakar teks mencatat bahwa ayat 6 ("kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan...") adalah sebuah sisipan (interpolasi) Ayat ini diawali dengan kata pengecualian 'illa, dan membawa gaya fraseologi (susunan kata) khas periode Madinah yang sangat panjang, yang secara artifisial dimasukkan (disisipkan) ke dalam bagian surat yang ritme dan ayat-ayatnya bergaya Mekkah awal yang pendek-pendek Sisipan semacam ini sengaja dimasukkan oleh redaktur awal untuk memodifikasi atau memberikan pengecualian terhadap pernyataan mutlak di ayat-ayat sebelumnya
Logical Fallacy
(95:1-3): Non sequitur / Ipse dixit - Mencatut elemen botani (tin, zaitun) dan geografis (Sinai, Mekkah) sebagai premis pembuka yang cacat logika untuk memvalidasi eskatologi manusia.

