An-Nisa' (Wanita) Ayat 116

Bacaan

TopikSyirik sebagai Dosa Tak Terampuni dan Tipu Daya Setan

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

(4:116) Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.

Asbabun Nuzul

Ayat-ayat ini turun sekaligus untuk membela seorang Yahudi yang difitnah. Seorang muslim bernama Tu'mah bin Ubayriq mencuri baju besi, menyembunyikannya di rumah seorang Yahudi, dan saat ketahuan, ia dan sukunya berbohong menuduh si Yahudi. Nabi hampir saja membela Tu'mah karena argumen sukunya, namun wahyu turun menyingkap kebenarannya.

Kritik

(4:116-141): Pengkotakan sosial - Larangan mengambil "pemimpin" dari orang kafir (4:144) dan "janganlah kamu berteman dengan mereka" (4:139) menciptakan segregasi sosial yang membatasi integrasi dan pluralisme. Ini bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat majemuk modern.

Cacat Logika

Ketentuan tanpa alasan yang disebutkan. Pernyataan bahwa syirik tidak diampuni diulang dari ayat 48 tanpa tambahan keterangan. Pengulangan menambah penegasan, bukan alasan mengapa kekeliruan keyakinan diletakkan di atas kejahatan terhadap manusia.

Moral

(4:116-141): Segregasi yang merusak - Mengizinkan "kecuali dengan cara yang baik" (4:86) sementara melarang persahabatan intim (4:144) menciptakan hubungan yang dangkal dan transaksional, bukan persahabatan yang otentik. Ini membatasi empati dan pemahaman lintas kepercayaan.

Kontradiksi

QS 4:116 menyatakan Allah tidak mengampuni syirik tapi mengampuni dosa lain bagi siapapun yang Dia kehendaki. QS 4:48 mengulang hal sama — namun QS 39:53 menyatakan Allah mengampuni semua dosa (jangan berputus asa dari rahmat Allah). Kontradiksi soal apakah syirik bisa diampuni.