Asy-Syams (Matahari) Ayat 1

Bacaan

TopikAyat 1-6: Sumpah dengan Fenomena Kosmik

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

(91:1) Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.

Kritik

Tambalan Akhir Surat: Analisis struktural dan rima yang dilakukan oleh pakar seperti Richard Bell membuktikan bahwa Surat 91 pada awalnya diciptakan hanya sampai ayat 10 Bagian akhirnya (ayat 11 hingga 15) yang berisi ringkasan kisah kaum Tsamud adalah sisipan atau tambahan belakangan Penambahan narasi ini diyakini diletakkan di sana hanya untuk mengilustrasikan pesan moral dari teks sebelumnya, atau semata-mata karena sisipan tersebut kebetulan memiliki rima yang cocok dengan sisa surat

Cacat Logika

(91:1-7): Non sequitur / Ipse dixit - Menggunakan parade sumpah atas benda astronomi (matahari, bulan, siang-malam) murni sebagai pengalihan retoris, yang tidak memiliki hubungan kausal dengan klaim moral manusia.

Sains

Geosentrisme: 'Demi matahari dan sinarnya, dan bulan ketika mengikutinya' — bulan 'mengikuti' matahari seperti unta berjalan di belakang yang lain; bulan tidak mengikuti jalur matahari; bulan mengorbit bumi, tidak mengikuti matahari.