Bacaan
TopikKedahsyatan Hari Kiamat (21-26)
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا
dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
Kritik
Ancaman eskatologis bahwa "Tuhanmu akan datang, dan malaikat berbaris-baris" adalah dalih pertahanan diri (ngeles). Lawan-lawan rasional Muhammad menuntut bukti empiris turunnya malaikat atau Tuhan secara langsung (seperti epik bangsa Israel di Gunung Sinai). Karena tak sanggup memproduksi keajaiban tersebut di dunia nyata, penulis teks secara kikuk mendorong peristiwa penampakan malaikat dan Tuhan itu ke masa depan fiktif, yakni pada Hari Kiamat. (Patricia Crone, Angels versus Humans as Messengers of God).
Scientific Error
Tuhan 'datang' pada hari kiamat (a.22): antropomorfisme — Allah digambarkan datang secara fisik, bertentangan dengan teologi Islam yang menegaskan Allah tidak bertempat

