Bacaan
TopikUjian Kekayaan dan Kemiskinan (15-20)
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."
Logical Fallacy
(89:15-16): Magical thinking - Memvonis meroketnya kurva kapital individu atau terjun bebasnya batas pemenuhan rezeki material seseorang semata-mata sebagai arena campur tangan gaib dan proyek ilahiah untuk menguji, menganulir determinasi riil dan hukum fundamental ekonomi peradaban ``.
Contradiction
Kekayaan = kemuliaan dari Allah, kemiskinan = penghinaan (a.15-16): teologi prosperity vs S2:155-157 cobaan berupa kekurangan adalah ujian bagi orang beriman — pesan bertentangan

