Bacaan
TopikLarangan Membela Pengkhianat dan Ancaman bagi Pembangkang Rasul
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
(4:107) Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,
Asbabun Nuzul
Ayat-ayat ini turun sekaligus untuk membela seorang Yahudi yang difitnah. Seorang muslim bernama Tu'mah bin Ubayriq mencuri baju besi, menyembunyikannya di rumah seorang Yahudi, dan saat ketahuan, ia dan sukunya berbohong menuduh si Yahudi. Nabi hampir saja membela Tu'mah karena argumen sukunya, namun wahyu turun menyingkap kebenarannya.
Cacat Logika
Perkara diputus sebelum diperiksa. Dilarang berdebat membela orang yang mengkhianati dirinya sendiri. Bahwa orang itu memang berkhianat sudah ditetapkan lebih dulu, padahal justru itu yang biasanya perlu dibuktikan lewat pembelaan.
Moral
(4:107): 'Janganlah berdebat membela pengkhianat' — larangan advokasi hukum; melemahkan hak pembelaan diri.