Bacaan
TopikKesuksesan Hakiki Manusia (14-19)
إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
Kritik
Penyebutan "Lembaran-lembaran (Scrolls) Ibrahim dan Musa" sebagai referensi validasi adalah blunder yang membuka kedok sang penyusun teks. Lembaran ini bukanlah kitab Taurat, melainkan literatur Apokrifa (teks-teks wahyu pinggiran) Yahudi-Kristen yang marak beredar pada periode Late Antiquity. Pengutipan ini membuktikan bahwa musuh-musuh Muhammad bukanlah penyembah berhala yang buta agama, melainkan komunitas terpelajar yang membaca, mengkaji, dan mendiskusikan literatur apokaliptik rahasia (seperti kitab Henokh dan 4 Ezra). (Gabriel Said Reynolds, The Qur’an and Its Biblical Subtext / Patricia Crone, Angels versus Humans as Messengers of God).
Logical Fallacy
(87:18-19): Appeal to tradition / Appeal to authority - Mencoba melegitimasi klaim kebenaran dogmanya sendiri dengan cara berlindung dan menumpang pada validitas mitologi purbakala pendahulunya (skrip kuno Ibrahim dan Musa) ``.
Scientific Error
Mengklaim peringatan tentang siksaan neraka tertulis di dalam lembaran/kitab Musa (Taurat). Faktanya, Taurat kuno tidak mencatat konsep neraka atau surga, melainkan konsep Sheol (alam kematian yang ambigu).
Contradiction
Ajaran ini ada dalam 'kitab Ibrahim dan Musa' (a.18-19): klaim kontinuitas wahyu — tidak ada bukti arkeologis atau tekstual kitab Ibrahim; Taurat Musa tidak mengandung teks paralel yang dapat diverifikasi

