Qurai

An-Nisa' (Wanita) Ayat 102

Bacaan

TopikShalat Qashar dalam Pertempuran dan Klaim Wahyu Kebenaran

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

(4:102) Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang salat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat),219 maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat, lalu mereka salat denganmu,220 dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiapsiagalah kamu.221 Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.

Catatan Depag

219) Menurut sebagian besar mufasir bila telah selesai satu rakaat, maka diselesaikan satu rakaat lagi sendiri, dan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- duduk menunggu kelompok yang kedua. 220) Rakaat yang pertama, sedang rakaat kedua mereka selesaikan sendiri pula dan mereka mengakhiri salat bersama-sama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. 221) Cara salat Khauf seperti tersebut pada ayat 102 ini dilakukan dalam keadaaan yang masih mungkin mengerjakannya. Apabila keadaan tidak memungkinkan, maka salat itu dikerjakan sebisanya, walaupun dengan mengucapkan tasbih saja.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mensyariatkan Salat Khauf (salat dalam keadaan bahaya/perang). Saat di Usfan, pasukan musyrik yang dipimpin Khalid bin Walid menyadari betapa umat Islam sangat khusyuk saat salat Zuhur dan berencana menyergap mereka di salat Asar. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Mulanya Rasulullah dan para sahabat menunaikan salat seperti biasa meski mereka sedang di medan perang. Hal tersebut diamati benar oleh pasukan musyrik. Mereka berencana menyerang pasukan mukmin ketika salat karena menganggap mereka sedang lengah dan melepas peralatan perang. Ayat ini turun untuk mengajarkan tatacara melakukan salat dalam kondisigenting (salat khauf), sehingga dalam kondisi demikian pun mereka tetapwaspada. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria