Bacaan
TopikPenjagaan dan Asal Penciptaan Manusia (4-7)
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
Kritik
Pembelaan terkait kebangkitan dengan mengingatkan manusia bahwa mereka diciptakan dari "air yang terpancar" adalah respons kelabakan penulis teks terhadap serangan kaum Dahriyah (materialis-sekuler). Kaum rasionalis ini secara empiris menolak kebangkitan jasad yang sudah hancur. Karena tidak memiliki dasar filsafat yang kuat untuk membalas, teks ini hanya bisa mengulang-ulang argumen daur ulang (penciptaan dari cairan/debu) yang sebelumnya sudah sering dipakai oleh para teolog Kristen Suriah. (Patricia Crone, The Quranic Mushrikun and the Resurrection - Part I).
Logical Fallacy
(86:5-8): Non sequitur / False analogy - Mengklaim bahwa karena asal-usul biologi manusia berasal dari cairan mani, maka kebangkitan supranatural pasca-kematian menjadi konklusi tak terbantahkan, sebuah pemaksaan analogi evolusi yang sangat cacat ``.

