Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengecam Miqyas bin Subabah, yang pura-pura masuk Islam, lalu secara sengaja membunuh utusan Nabi dengan batu untuk balas dendam, merampas untanya, lalu murtad dan kabur kembali ke Makkah menyembah berhala.
TopikLarangan Membunuh Sesama Mukmin dan Konsep Hijrah Wajib
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.
Logical Fallacy
Argumentum ad baculum — 'barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya neraka, kekal di dalamnya, dan Allah murka kepadanya'.
Moral Concern
(4:93): Azab abadi di neraka untuk pembunuh mukmin — hukuman eskatologis yang tidak proporsional; tidak memberi ruang bagi pertaubatan pembunuh.

