Bacaan
TopikSyafaat, Etika Salam, dan Hukum Tawanan Perang
سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka.
Kritik
Ayat 81-89 dan 90-93 (Masalah Balik Lembaran): Terdapat jejak fisik bagaimana ayat-ayat ini dikompilasi secara ceroboh. Klausa pengecualian (proviso) yang dimulai dengan kata illa (kecuali) pada ayat 92a secara mengejutkan jatuh persis berlawanan dengan ayat 84, yang merusak hubungan antara ayat 83 dan 85. Pakar menduga hal ini terjadi karena redaktur awal menyalin teks dari bagian belakang secarik perkamen tua, lalu salah menempatkannya. Depag menambahkan klausa "(untuk memerangi, menawan dan membunuh)" dalam kurung di akhir ayat — teks Arab asli hanya menyebut sulṭānan mubīnā (kekuasaan/wewenang yang nyata). Tambahan ini justru membuat perintah membunuh terasa lebih terlegitimasi secara prosedural, padahal kalimat itu tidak ada di teks asli.
Moral Concern
(4:91): Menginstruksikan pembunuhan di tempat ("bunuhlah mereka dimana saja kamu temui") bagi golongan yang menolak menyerah atau menawarkan perdamaian mutlak kepada kelompok Islam. Teks ini secara aktif merawat peperangan militer dan represi bersenjata. (4:91): Memberikan mandat agresi tanpa batas untuk memburu, menawan, dan membunuh setiap kelompok oposisi yang tidak mau tunduk dan tidak menawarkan perdamaian secara sepihak. Teks ini memberikan landasan operasional bagi militerisme dan pembersihan kelompok luar secara masif.

