An-Nisa' (Wanita) Ayat 88

Bacaan

TopikSyafaat, Etika Salam, dan Hukum Tawanan Perang

فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

(4:88) Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan211) dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan oleh Allah? Barang siapa disesatkan oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

Catatan Depag

211) Golongan orang mukmin yang membela orang munafik dan golongan orang mukmin yang memusuhi mereka.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika umat Islam terpecah menjadi dua kubu dalam menyikapi sekelompok orang Arab (atau Makkah) yang awalnya memeluk Islam, namun saat tiba di Madinah mereka terserang wabah demam lalu murtad dan keluar dari Madinah. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Sebelum Perang Uhud terjadi, sebagian pasukan muslim kembali ke Madinah karena takut melihat kekuatan musuh dan termakan hasutan ‘Abdullah bin Ubay. Sebagian sahabat bersikeras menumpas mereka, namun sebagian lainnya ingin agar mereka dibiarkan. Untuk meredakan perselisihan itulah ayat ini diturunkan. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

(4:71-91): Glorifikasi kekerasan dan dehumanisasi - "Berperanglah di jalan Allah" (4:74) dan "bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai" (4:89, 4:91) adalah perintah genosida yang tidak mengenal batas geografis atau temporal. Klaim "di jalan Allah" adalah justifikasi teologis untuk agresi militer.

Cacat Logika

Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Mereka disebut dikembalikan kepada kekafiran, lalu dicela karena kekafiran itu. Kalau keadaannya dipasang dari luar, celaannya tidak bisa disandarkan pada pilihan mereka.

Moral

(4:88-89): Melegalkan persekusi dan pembunuhan terhadap orang murtad. Tuhan mengakui sengaja menyesatkan sebagian orang, namun umat Islam diperintahkan secara kejam untuk menawan dan membunuh kelompok tersebut di mana pun ditemukan apabila mereka berpaling. Ini adalah penghapusan total atas hak asasi kebebasan beragama.

Kontradiksi

QS 4:88 bertanya mengapa umat beriman terpecah tentang orang munafik, menyiratkan mereka seharusnya sepakat. Namun QS 4:94 memerintahkan agar tidak menghakimi orang yang mengucapkan salam sebagai kafir — standar ganda dalam menilai keimanan seseorang.