Bacaan
TopikSeruan Berperang, Glorifikasi Jihad, dan Dehumanisasi Musuh
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barang siapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.
Kritik
Terjemahan literal menggunakan terbunuh/dibunuh untuk menggambarkan kematian di jalan Allah, tetapi DEPAG menerjemahkannya sebagai 'gugur' (tewas/meninggal sebagai syuhada). 'Gugur' membawa konotasi heroik dan martir, melembutkan nada pasif/korban dari 'killed' menjadi pengorbanan yang mulia.
Moral Concern
(4:74): Mengindoktrinasi pengikut agama agar menukar dan "menjual kehidupan dunia" demi akhirat dengan keharusan "berperang di jalan Allah". Seruan semacam ini merupakan fondasi ideologis utama yang meradikalisasi manusia menuju kultus kematian (mati syahid) dan peperangan tanpa akhir. (4:74): Meradikalisasi penganutnya menuju kultus kematian dengan mengindoktrinasi umat untuk "menjual kehidupan dunia" demi akhirat melalui jalan peperangan. Menjanjikan pahala besar bagi mereka yang gugur demi Tuhan adalah fondasi ideologis yang memelihara peperangan berdarah.

