Bacaan
TopikKetaatan Buta sebagai Puncak Keimanan dan Hierarki Spiritual
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
(4:69) Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun tentang kecintaan Thawban, pelayan Nabi. Ia bersedih dan pucat karena membayangkan jika ia masuk surga, ia tidak akan bisa melihat Nabi lagi karena perbedaan derajat/tingkatan surga yang jauh antara nabi dan manusia biasa. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menjawab keresahan para sahabat Nabi yang khawatir tidak akan bersama beliau kelak di surga. Ayat ini menyatakan bahwa siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan bersama orang-orang yang dimuliakan oleh Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

