Bacaan
TopikPengingat Nikmat dan Cobaan Bani Israel (47-61)
وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun.25) Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
Catatan Depag
*25) Fir'aun adalah gelar bagi Raja-raja Mesir pada masa lalu. Menurut sejarah, Fir'aun pada masa Nabi Musa -'alaihissalām- ialah Menephthan (1232-1224 SM) anak Ramses.
Moral Concern
(Ayat 2:49): Teks menyepelekan tragedi genosida dan trauma pembedahan massal—di mana anak-anak laki-laki disembelih—dengan mereduksinya sebatas "cobaan yang besar dari Tuhan", mencabut empati pada kejahatan kemanusiaan.
Contradiction
Ayat 49–50 menceritakan keluaran Bani Israel dari Mesir dan pembelahan laut. Tidak ada bukti arkeologis untuk eksodus massal Bani Israel dari Mesir maupun pembelahan Laut Merah. Catatan Mesir kuno yang sangat detail tidak mencatat peristiwa sebesar ini. Kontradiksi dengan sejarah: populasi budak sebesar yang disebutkan Al-Quran tidak meninggalkan jejak arkeologis.

