Al-Insan/Al-Dahr (Manusia/Waktu yang tak berujung) Ayat 1

Bacaan

TopikPenciptaan dan Ujian Manusia (1-3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

(76:1) Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Cacat Logika

(76:1-2): Proof by assertion - Mengklaim asal-usul penciptaan manusia yang sengaja dirancang untuk diuji, murni melalui penegasan deklaratif sepihak tanpa memberikan pembuktian obyektif atau empiris.

Sains

S76:1 menyatakan ada masa ketika manusia 'belum merupakan sesuatu yang disebut'—klaim ini mengakui pra-eksistensi kondisi sebelum manusia ada. Secara kosmologis ini benar (manusia baru ada ~300.000 tahun lalu dari 13,8 miliar tahun usia alam semesta), namun framing teologisnya berbeda dari penjelasan ilmiah tentang kemunculan Homo sapiens melalui evolusi.

Kontradiksi

Kontradiksi: S76:1 menyatakan ada masa manusia 'belum ada'—namun S7:172 menyatakan Allah mengambil kesaksian dari semua keturunan Adam sebelum mereka dilahirkan ('alastu bi rabbikum'). Jika manusia sudah 'ada' untuk bersaksi sebelum lahir (S7:172), bagaimana bisa ada masa manusia 'belum merupakan sesuatu yang disebut' (S76:1)?