Bacaan
TopikKetaatan Buta sebagai Puncak Keimanan dan Hierarki Spiritual
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
(4:66) Dan sekalipun Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," niscara mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
Cacat Logika
Kesimpulan yang sudah ditanam di premis (begging the question). Andai perintah membunuh diri atau keluar dari kampung halaman dijalankan, itu disebut lebih baik bagi mereka. Bahwa perintahnya pasti baik sudah diandaikan sebelum isinya ditimbang.