Bacaan
TopikPengetahuan tentang Ghaib (24-28)
لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh, telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
Scientific Error
S72:28 menyatakan Allah 'menghitung segala sesuatu' (ahsha kulla syay'in adada)—klaim omnisciensi kuantitatif. Namun jika Allah menghitung dan mengetahui segalanya sejak awal (termasuk siapa yang akan masuk neraka), sistem ujian dan amal manusia menjadi performance tanpa makna ontologis—problem klasik predestinasi vs kehendak bebas yang tidak diselesaikan Al-Quran.

