An-Nisa' (Wanita) Ayat 51

Bacaan

TopikStereotip Negatif terhadap Yahudi dan Ancaman Laknat Allah

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

(4:51) Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt,202) dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

Catatan Depag

202) Jibt sama dengan Ṭāgūt, ialah setan dan apa saja yang disembah selain Allah -Subḥānahu wata'ālā-.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun mengecam Huyayy bin Akhtab dan Ka'b al-Ashraf, tokoh Yahudi yang rela sujud kepada berhala di Makkah demi bersekutu dengan Quraysh. Demi menyenangkan Quraysh, mereka membohongi nurani mereka sendiri dengan mengatakan bahwa kaum penyembah berhala lebih mendapat petunjuk daripada Muhammad SAW. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 51-52 Ayat di atas turun untuk menanggapi peristiwa ketika Ka‘b bin al-Asyraf, pemuka Yahudi Madinah, bertemu penduduk Mekah dan menegaskanbahwa mereka lebih baik dan lebih mendapat petunjuk dibandingkan Nabi êallallàhu ‘alaihi wasallam. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Cacat Logika

Tuduhan tanpa penunjuk. Mereka disebut percaya kepada jibt dan tagut serta menyatakan orang musyrik lebih benar jalannya. Nama, waktu, dan ucapan aslinya tidak disebutkan, sedangkan kesimpulannya dikenakan pada golongan.

Moral

(4:51): Ahli Kitab dipercaya percaya pada jibt dan tagut — stereotip negatif kolektif terhadap komunitas agama lain.