Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengecam Huyayy bin Akhtab dan Ka'b al-Ashraf, tokoh Yahudi yang rela sujud kepada berhala di Makkah demi bersekutu dengan Quraysh. Demi menyenangkan Quraysh, mereka membohongi nurani mereka sendiri dengan mengatakan bahwa kaum penyembah berhala lebih mendapat petunjuk daripada Muhammad SAW. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 51-52 Ayat di atas turun untuk menanggapi peristiwa ketika Ka‘b bin al-Asyraf, pemuka Yahudi Madinah, bertemu penduduk Mekah dan menegaskanbahwa mereka lebih baik dan lebih mendapat petunjuk dibandingkan Nabi êallallàhu ‘alaihi wasallam. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikStereotip Negatif terhadap Yahudi dan Ancaman Laknat Allah
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt,202) dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
Catatan Depag
202) Jibt sama dengan Ṭāgūt, ialah setan dan apa saja yang disembah selain Allah -Subḥānahu wata'ālā-.
Logical Fallacy
Ad hominem — 'tidakkah kamu melihat orang yang diberi bagian dari kitab percaya kepada jibt dan tagut?' — serangan karakter kolektif terhadap Ahli Kitab.
Moral Concern
(4:51): Ahli Kitab dipercaya percaya pada jibt dan tagut — stereotip negatif kolektif terhadap komunitas agama lain.

