S67:16-17 menggambarkan Allah 'yang di langit' (man fi as-sama') bisa mengirim badai pasir atau hujan batu—model ini menempatkan Allah secara spasial di atas langit, bertentangan dengan konsep Allah yang imanen dan omnipresent. Fenomena badai dan hujan dijelaskan penuh oleh meteorologi tanpa memerlukan intervensi ilahi dari 'atas langit'.