Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Umm Salamah dan para wanita mengutarakan keinginan mereka agar diwajibkan ikut berperang (jihad) dan mendapat pahala serta warisan yang sama besar dengan laki-laki. Riwayat lain menyebut laki-laki berharap pahalanya dilipatgandakan atas wanita, dan wanita berharap hukumannya didiskon setengah dari laki-laki. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menjawab pengaduan Ummu Salamah yang merasa Islam menomorduakan kaum wanita; mereka tidak diperkenankan berperang dan hanya mendapat setengah dari bagian warisan yang diterima kaum pria. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPenghapusan Dosa Kecil dan Larangan Iri Hati atas Perbedaan Rezeki
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Logical Fallacy
False equality — 'janganlah kamu iri hati atas karunia yang Allah berikan kepada sebagian kamu atas sebagian lain' — menggunakan argumen teologis untuk menglegitimasi ketidaksetaraan struktural.
Moral Concern
(4:32): 'Laki-laki memperoleh dari apa yang mereka usahakan, perempuan pun dari apa yang mereka usahakan' — klaim kesetaraan formal yang bertentangan dengan sistem waris dan kepemimpinan yang tidak setara.

