At-Tahrim (Pengharaman) Ayat 12

Bacaan

TopikBalasan Iman dan Perjuangan (9-12)

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

(66:12) dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.

Kritik

  1. Deskripsi bahwa Allah meniupkan roh-Nya kepada Maryam untuk mengandung Yesus adalah rekayasa artifisial yang dipinjam dari mitos penciptaan Adam (diciptakan dari debu dan tiupan roh kehidupan) demi menghindari teologi Logos Kristen. Namun, secara konyol penulis teks tetap ngotot mencomot mitos "kelahiran perawan" (virgin birth) tanpa sadar bahwa tanpa kerangka teologi penebusan dosa (soteriologi) dan status ketuhanan Yesus, mitos keperawanan tersebut menjadi sama sekali tidak memiliki fungsi dan kegunaan logis apa pun selain sekadar menjiplak tradisi apokrifa. (Crone, Jewish Christianity and the Qurʾān / The Religion of the Qurʾānic Pagans).
  2. Pengulangan narasi Maryam yang ditiupkan "roh" ke dalam rahimnya untuk melahirkan Yesus adalah hasil adopsi yang cacat logika dari teologi Kristen. Penulis Al-Qur'an menjiplak konsep "kelahiran perawan" (virgin birth), tetapi ia gagal menyadari bahwa dalam Kristen, kelahiran perawan itu memiliki fungsi (untuk inkarnasi Tuhan dan penebusan dosa). Setelah Al-Qur'an membuang status ketuhanan Yesus, mitos kelahiran perawan ini menjadi "benda asing" yang tidak memiliki tujuan teologis apa pun di dalam Islam selain sekadar ikut-ikutan dongeng apokrifa masa lalu. (Patricia Crone, Jewish Christianity and the Qurʾān).

Sains

Kerancuan Sejarah Maria-Miriam: 'Maryam putri Imran' — Imran adalah ayah Musa dan Harun dalam Alkitab; Maryam ibu Yesus hidup 1.500 tahun setelah Miriam (Maryam) saudara Musa; Al-Quran tampak mencampuradukkan dua tokoh ini.

Kontradiksi

Kontradiksi Mekanisme Kelahiran Yesus: Ayat ini menyatakan roh ditiupkan ke dalam rahimnya — bertentangan dengan 19:21 yang menyatakan Kami tiupkan kepadanya dan 21:91 yang menyatakan ke dalam tubuhnya; tiga lokasi berbeda untuk tiupan yang sama.