Bacaan
TopikHikmah Syariat Allah dan Ancaman bagi Pengikut Hawa Nafsu
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
(4:29) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.
Cacat Logika
Istilah yang tidak diberi ukuran (equivocation). Memakan harta dengan jalan batil dilarang, dengan pengecualian perdagangan atas dasar suka sama suka. Apa yang termasuk batil tidak dibatasi, sehingga isinya ditentukan oleh yang memegang wewenang menafsirkan.
Moral
(4:29): 'Janganlah membunuh dirimu' — larangan bunuh diri dikaitkan ke rahmat Allah; tidak memberi ruang bagi pemahaman konteks penderitaan yang mendalam.