Bacaan
TopikHikmah Syariat Allah dan Ancaman bagi Pengikut Hawa Nafsu
وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا
Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
Kritik
Ayat 27-32 (Revisi Tambal-Sulam Aturan Pernikahan): Analisis menunjukkan bukti pergantian teks yang sangat kompleks. Ayat 29, 30, dan 32a rupanya merupakan susunan pengganti bagi ayat 31 guna memperlonggar aturan perkawinan (misalnya izin menikahi budak) Kemudian ayat 28 disisipkan untuk menggantikan 29 dan 30, sedangkan bagian 32b ditambahkan belakangan hanya agar cocok dengan rima akhirnya
Logical Fallacy
Non sequitur — 'Allah bermaksud menerima taubatmu sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu ingin kamu menyimpang' — oposisi biner tanpa argumen.

