Bacaan
TopikSeruan Untuk Menjadi Penolong Allah (14)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah." Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
Kritik
Ayat yang menyatakan "Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman (pengikut Isa) terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang" adalah klaim sejarah yang absurd jika merujuk pada realitas kaum Yahudi-Kristen awal. Teks ini dengan sengaja menggunakan permainan kata "penolong Allah" (anṣāra Allāh) dengan "Kristen" (naṣārā) untuk mencari simpati dan membajak sejarah dominasi politik Kristen (Romawi) demi melawan kaum Yahudi. Penulis teks tidak peduli pada akurasi sejarah sekte-sekte Kristen awal, melainkan hanya menyusun retorika untuk memotivasi pengikutnya agar mau berperang. (Patricia Crone, Jewish Christianity and the Qurʾān).

