As-Saff (Barisan) Ayat 6

Bacaan

TopikKisah Para Nabi dan Penolakan Kaumnya (4-6)

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

(61:6) Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata."

Kritik

Klaim bahwa Yesus (Isa) menubuatkan kedatangan rasul bernama "Ahmad" adalah rekayasa teks yang sangat problematis secara historis. Kalangan akademis sekuler melihat ini sebagai manipulasi dari teks Injil Yohanes terkait kata Yunani parakletos (Penghibur/Roh Kudus) yang dipelintir seolah-olah itu adalah periklytos (Yang Terpuji/Ahmad). Ini adalah taktik polemik belakangan (post-hoc) untuk mencari legitimasi paksa bagi Muhammad menggunakan kitab suci agama lain yang sebenarnya sama sekali tidak menubuatkan dirinya. (Gabriel Said Reynolds, The Qur'an and Its Biblical Subtext).

Cacat Logika

(61:6): Bulverism / Appeal to the Stone - Merespons skeptisisme rasional oposisi yang menuntut bukti dengan membuangnya begitu saja sebagai "sihir yang nyata", menghindari perdebatan substansial atas argumen mereka.

Sains

Mengklaim Yesus menubuatkan datangnya rasul penerus bernama Ahmad. Teks asli Yunani menjanjikan kedatangan Parakletos (Roh Kudus), bukan nabi manusia pengemban pesan.

Kontradiksi

Kontradiksi Nama Nabi dalam Nubuat: Ayat ini menyatakan Isa menubuatkan rasul bernama Ahmad — bertentangan dengan 7:157 yang menyatakan nama Muhammad tercantum dalam Taurat dan Injil; dua nama berbeda untuk nubuat yang sama.