Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika sekelompok sahabat berkumpul dan berandai-andai ingin mengetahui amal apa yang paling dicintai Allah agar mereka bisa segera mempraktikkannya. Allah lalu menjawab bahwa Dia sangat mencintai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang kokoh. Namun, karena mereka sempat lari saat Perang Uhud, Allah juga menegur mereka dengan firman-Nya "mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-3 Sebagian umat Islam berharap seandainya Allah menunjukkan ibadah yang paling dicintai-Nya untuk mereka amalkan. Allah lalu mengabarkanbahwa amal yang paling dicintai-Nya adalah iman dan jihad. Ketika ayat tentang jihad turun, sebagian umat Islam justru merasa berat melaksanakannya. Itulah kejadian di balik turunnya ayat-ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPemuliaan Allah dan Peringatan Tentang Ucapan yang Tidak Sesuai Perbuatan (1-3)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Kritik
Ketidakpastian Asal-usul Kronologis: Analisis historis teks menyoroti bahwa tidak ada tradisi yang benar-benar dapat diandalkan mengenai kapan dan bagaimana surat ini diturunkan. Para mufasir (seperti Maududi) hanya bisa menebak-nebak dari isi teksnya bahwa surat ini mungkin diturunkan setelah Perang Uhud. Pakar menggarisbawahi bahwa ini adalah manifestasi dari besarnya ketidakpastian yang mengelilingi asal-usul dari banyak materi di dalam Al-Qur'an

