Al-Mujadalah (Gugatan) Ayat 19

Bacaan

TopikPeringatan tentang Kaum Munafik (Ayat 14-21)

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

(58:19) Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang merugi.

Kritik

Setan 'menguasai' orang munafik lalu menjadikan mereka lupa kepada Allah (a.19): determinisme moral eksternal — selaras dengan LF (appeal to supernatural causation) dan CT; jika setan yang menguasai, akuntabilitas moral individu melemah

Cacat Logika

(58:19): Loaded Label / Bulverism - Melakukan demonisasi mutlak kepada lawan dengan mencap mereka sebagai "golongan setan" yang dibikin lupa ingatan; label tendensius untuk menutup segala ruang dialog.

Kontradiksi

Kontradiksi: S58:19 menyatakan setan telah menguasai kaum munafik—namun S15:42 dan S17:65 menyatakan setan tidak punya kekuasaan atas hamba Allah yang ikhlas. Jika munafik dikuasai setan, dan Allah yang menciptakan munafik serta mengetahui kemunafikannya sejak awal, klaim Allah tentang keadilan-Nya menjadi problematis.