Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena orang-orang Yahudi dan munafik sering berbisik-bisik secara rahasia lalu mengedipkan mata saat melihat orang beriman untuk memicu kecemasan agar umat Islam mengira keluarga mereka tewas di medan perang. Nabi sudah melarangnya, namun mereka tetap membandel. Ayat ini juga merespons tindakan orang Yahudi yang sering memelintir ucapan salam kepada Nabi menjadi "As-Samu 'alaikum" (kebinasaan bagimu). (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Turunnya ayat di atas berkaitan dengan kejadian ketika sekelompok orang Yahudi yang berpapasan dengan Nabi mengucapkan salam yang dipelesetkan. Alih-alih mengucapkan assalàmu ‘alaik, mereka malah mengatakan assàmu ‘alaik—matilah engkau. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPengetahuan Allah tentang Pembicaraan Rahasia (Ayat 7-10)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.

