Bacaan
TopikTanda-Tanda Alam Semesta dan Doa Penutup
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(3:191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Kritik
(3:191) Filosofi tentang "kematian orang benar itu bernilai/berharga" menjiplak lurus dari kitab Bilangan 23:10. (The Origins of the Koran)
Cacat Logika
Kesimpulan yang tidak menyusul dari premisnya (non sequitur). Dari perenungan atas penciptaan langit dan bumi ditarik bahwa semuanya tidak diciptakan sia-sia. Keteraturan yang teramati tidak dengan sendirinya menunjukkan ada maksud di baliknya.