Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan kaum munafik yang suka bolos dari perang namun ingin dipuji ketika Nabi pulang. Riwayat lain menyebutkan ini terkait para pendeta Yahudi yang sengaja menyembunyikan kebenaran saat ditanya Nabi, tapi malah mengharap pujian seolah-olah mereka telah menjawab dengan jujur. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Banyak Ahli Kitab yang bangga karena menganggap diri mereka pemimpin yang ditaati. Mereka suka dipuji sebagai orang alim yang menguasai isi Taurat dan Injil, meski pada kenyataannya tidak demikian. Kaum munafikjuga mempunyai sifat yang demikian. Allah menurunkan ayat di atas untuk menegaskan bahwa mereka tidak akan selamat dari azab Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKematian Universal, Ujian Hidup, dan Perjanjian Ahli Kitab
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.
Logical Fallacy
Ad hominem — orang yang suka dipuji atas yang tidak mereka kerjakan disebutkan akan mendapat azab — menyerang karakter tanpa argumen.

