Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi diejek dan diusir secara lisan oleh Abdullah bin Ubayy (tokoh munafik) saat Nabi menunggang keledai untuk menjenguk Sa'd bin 'Ubadah. Ini memicu ketegangan antara kaum Muslimin, Yahudi, dan musyrik, lalu Allah memerintahkan umat Islam untuk bersabar. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Nabi dan pengikutnya mendapat ujian, baik dalam harta maupun dirimereka. Mereka menerima cacian, gunjingan, dan ejekan, baik dari kaum musyrik maupun Yahudi di Madinah. Itulah kejadian yang melatarbelakangi turunnya ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKematian Universal, Ujian Hidup, dan Perjanjian Ahli Kitab
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
Logical Fallacy
Begging the question — 'kamu benar-benar akan diuji dalam hartamu dan dirimu' mengandaikan pengujian ilahi sebagai realitas.
Moral Concern
(3:186): 'Kamu pasti akan diuji dalam hartamu dan dirimu' — pengujian ilahi dipresentasikan sebagai keniscayaan, bukan pilihan; mengkondisikan penerimaan penderitaan.

