Bacaan
TopikTuduhan kepada Yahudi dan Tuntutan Mukjizat
الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
(3:183) (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api." Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, beberapa orang Rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar."
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk menanggapi kebohongan para pendeta Yahudi yang mengklaim bahwa Allah telah memerintahkan mereka untuk tidak beriman kepada rasul mana pun sampai rasul itu bisa mendatangkan kurban yang dimakan api.
Kontradiksi
Kontra 6:164 dan 17:15. Orang Yahudi Madinah yang menuntut mukjizat ditanya mengapa mereka membunuh para nabi, padahal pembunuhan itu perbuatan generasi jauh sebelum mereka, sedangkan dua ayat itu menyatakan tidak seorang pun menanggung beban orang lain.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

