Bacaan
TopikSyahid, Karunia Allah, dan Ancaman bagi Orang Kikir
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(3:180) Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allahlah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengecam orang-orang yang kikir dan enggan membayar Zakat. Riwayat lain menyebutkan ini tentang ulama Yahudi yang "menyembunyikan" (menahan) pengetahuan tentang ciri-ciri kenabian Muhammad SAW.
Cacat Logika
Ancaman sebagai pengganti bukti (argumentum ad baculum). Harta yang dikikirkan digambarkan akan dikalungkan di leher pada hari Kiamat. Gambaran itu bekerja lewat rasa takut, bukan lewat keterangan tentang kerugian yang ditimbulkan sifat kikir.