Bacaan
TopikSyahid, Karunia Allah, dan Ancaman bagi Orang Kikir
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ
(3:179) Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini,166) sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara Rasul-rasul-Nya.167) Karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
Catatan Depag
166) Keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin. 167) Di antara Rasul-rasul, Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dipilih oleh Allah dengan memberikan keistimewaan kepadanya berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga dia dapat menentukan siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menanggapi ejekan kaum munafik/musyrik yang menantang Nabi, bahwa jika beliau memang tahu siapa yang beriman dan kafir, mengapa beliau tidak mengenali orang-orang munafik di sekelilingnya.
Cacat Logika
Keberatan dijawab dengan jarak pengetahuan. Dinyatakan bahwa hal gaib tidak akan diperlihatkan, dan hanya rasul terpilih yang diberi tahu. Permintaan keterangan dijawab dengan pembatasan siapa yang boleh tahu, bukan dengan keterangan itu sendiri.
Moral
(3:169-180): Terorisme eskatologis — Mengancam orang kikir dengan 'siksaan yang pedih' (3:174) dan memotivasi kematian melalui janji surga adalah terorisme eskatologis. Ini memanipulasi ketakutan dan harapan untuk mengontrol perilaku.