Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 170

Bacaan

TopikSyahid, Karunia Allah, dan Ancaman bagi Orang Kikir

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(3:170) Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan senang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,163) bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Catatan Depag

163) Teman-temannya yang masih hidup dan tetap berjihad di jalan Allah.

Kritik

(3:169-180): Glorifikasi kematian — 'Janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati' (3:169) adalah glorifikasi kematian yang mengaburkan horor perang. Ini adalah propaganda militer yang menggunakan retorika spiritual untuk membenarkan pengorbanan manusia.

Cacat Logika

Alasan dipindahkan ke akibatnya (appeal to consequences). Digambarkan mereka bergembira, tidak takut, dan tidak bersedih hati. Gambaran itu bekerja sebagai daya tarik untuk menempuh jalan yang sama, bukan sebagai keterangan tentang benar tidaknya jalan itu.