Bacaan
TopikSyahid, Karunia Allah, dan Ancaman bagi Orang Kikir
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan senang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,163) bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Catatan Depag
163) Teman-temannya yang masih hidup dan tetap berjihad di jalan Allah.
Kritik
(3:169-180): Glorifikasi kematian — 'Janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati' (3:169) adalah glorifikasi kematian yang mengaburkan horor perang. Ini adalah propaganda militer yang menggunakan retorika spiritual untuk membenarkan pengorbanan manusia.
Logical Fallacy
Appeal to martyrdom — orang yang syahid hidup di sisi Tuhan dalam keadaan gembira sebagai glorifikasi kematian dalam perang.

