Bacaan
TopikSyahid, Karunia Allah, dan Ancaman bagi Orang Kikir
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
(3:169) Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,162
Catatan Depag
162) Hidup dalam alam lain yang bukan alam kita ini. Mereka mendapatkan berbagai kenikmatan di sisi Allah. Dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup di alam lain itu.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk mengabarkan kemuliaan para syuhada Perang Uhud (atau Bi'r Ma'unah) yang arwahnya berada di dalam burung-burung hijau di surga. Mereka memohon agar Allah mengabarkan kenikmatan mereka kepada saudara-saudaranya yang masih hidup agar tidak takut berjihad. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Seorang sahabat tampak murung karena orang tuanya mati syahid, meninggalkan banyak anak dan utang. Allah lalu menurunkan ayat ini untukmenegaskan bahwa arwah orang-orang yang mati syahid tetap hidup disisi Allah serta memperoleh rezeki dan nikmat yang berlimpah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Bantahan yang dibuat kebal (unfalsifiability). Yang gugur di jalan Allah dinyatakan bukan mati melainkan hidup dan mendapat rezeki di sisi Tuhannya. Tidak ada keadaan yang bisa memeriksanya, sementara klaimnya dipakai untuk mendorong pengorbanan nyawa.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

