Bacaan
TopikKekuasaan Allah dan Penutup (Ayat 33-35)
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah tinggal (di dunia) hanya sesaat saja dari siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).
Kritik
Ayat 35 (Kata Terisolasi): Terdapat kata balaghun yang berdiri sendiri, terputus dari mana pun, dan tidak pantas berada di kalimat tersebut. Para ahli tafsir Arab klasik juga tidak bisa memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai posisi sintaksis kata ini
Moral Concern
(46:24-25): Membanggakan pemusnahan total kaum 'Ad dengan angin mematikan yang menghancurkan segala sesuatu hingga mereka tidak tampak lagi di bumi. Ini merupakan glorifikasi atas hukuman kolektif dan pembunuhan massal murni karena ketidakpercayaan.

