Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk membersihkan nama Nabi dari tuduhan kaum munafik yang mengira beliau menggelapkan kain beludru merah dari harta rampasan Perang Badar. Riwayat lain menyebut ini terkait ketakutan pemanah di Uhud yang khawatir tidak diberi bagian rampasan perang.
TopikIntegritas Nabi, Tingkatan Iman, dan Kemunafikan
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan tidak mungkin seorang Nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.

